Pentingnya Konsistensi Perusahaan dalam Norma Ketenagakerjaan

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyoroti pentingnya konsistensi perusahaan dalam menerapkan norma ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan nyata kepada tenaga kerja mereka.

“Kepatuhan norma ketenagakerjaan ini sangat penting karena langsung berdampak pada perlindungan dan keselamatan pekerja,” kata Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia menekankan bahwa kepatuhan perusahaan harus mencakup beberapa aspek penting seperti kejelasan hubungan kerja dan pembayaran upah sesuai dengan ketentuan upah minimum yang berlaku.

Selain itu, perusahaan juga diharapkan mendaftarkan pekerja dalam BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, serta menerapkan waktu kerja dan istirahat yang sesuai. Hak cuti dan standar keselamatan serta kesehatan kerja (K3) juga harus menjadi perhatian utama.

Dalam rangka Bulan K3 Nasional, Wamenaker menegaskan bahwa ekosistem ketenagakerjaan yang unggul tidak hanya bergantung pada regulasi semata tetapi juga membutuhkan peningkatan pemahaman dan kesadaran dalam menerapkan norma serta budaya K3 di lingkungan kerja.

“Penerapan budaya K3 yang baik dapat melindungi pekerja dari risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, sehingga mendorong terwujudnya pekerjaan layak,” kata pria yang akrab disapa Ferry itu.

Wamenaker menambahkan bahwa pekerjaan yang layak seharusnya memenuhi tiga kondisi utama: tersedia bagi semua penduduk usia produktif tanpa diskriminasi, memberikan perlindungan sosial bagi pekerja, serta menjamin penyaluran suara dan aspirasi pekerja melalui dialog sosial yang berbasis kemanusiaan.

“Pelaksanaan K3 bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Melalui pembudayaan K3 yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan layak bagi semua,” ujarnya.

  • Related Posts

    TNI AD Bangun Fasilitas MCK untuk Penyintas Banjir di Aceh Utara

    Prajurit dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina TNI AD merespons krisis sanitasi dengan mendirikan 33 MCK umum di Aceh Utara. Inisiatif ini bertujuan mengatasi praktik “WC terbang” dan meningkatkan…

    Pencarian Korban Longsor Cisarua Terus Dilakukan oleh Tim SAR

    Tim Search and Rescue (SAR) gabungan melanjutkan upaya pencarian untuk menemukan 65 korban yang tertimbun longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (26/1).…