Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya jajaran direksi baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memerangi praktik manipulasi saham di pasar modal Indonesia. Purbaya menekankan bahwa ini adalah salah satu prioritas utama dalam kepemimpinan baru BEI untuk menjaga integritas pasar.
Pada tahun ini, BEI akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan agenda utama pemilihan jajaran direksi baru, yang dijadwalkan pada Juni 2026. “Pokoknya harus bisa mengerti pasar, dan bisa mengembangkan base dari investor retail dan institusi di sini. Dan yang paling penting adalah mereka punya komitmen yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab,”
ujar Purbaya dalam wawancara singkat seusai Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI Tahun 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat.
Menanggapi janji insentif ke pasar modal, Purbaya menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) siap memberikan dukungan jika BEI berhasil memberantas praktik manipulasi saham. “Mereka belum minta insentif. Kalau mereka mengerti insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang (penggoreng saham) yang ditangkap,”
ujar Purbaya.
Purbaya juga optimistis terhadap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang diproyeksikan mencapai level 10.000 tahun ini. Ia percaya bahwa pertumbuhan ekonomi domestik yang diperkirakan mencapai 6 persen year on year (yoy) akan mendukung capaian tersebut. “Saya pikir memang itu optimisme di pasar atau pelaku pasar bahwa kita akan membaik terus ke depan. Kalau saya lihat, fondasi ekonominya yang sudah membaik sekarang, tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BEI sudah amat sinkron, harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat, dan 6 (persen) bukan mustahil dicapai tahun ini,”
ujar Purbaya.
Sebagai informasi, masa jabatan direksi BEI periode 2022-2026 akan berakhir pada Juni 2026, dan pemilihan direksi baru akan segera dimulai sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK mensyaratkan agar calon direksi diajukan oleh kelompok minimal 10 Anggota Bursa (AB) dengan rekam transaksi bersama sedikitnya 10 persen dari total frekuensi dan nilai perdagangan selama 12 bulan terakhir.
Direksi BEI saat ini dilantik pada RUPS 29 Juni 2022 dan akan menjabat selama empat tahun, dengan kemungkinan perpanjangan satu kali. Di antara direksi yang masih bisa mencalonkan diri kembali adalah Direktur Utama Iman Rachman, Direktur Perdagangan Irvan Susandy, Direktur Teknologi Sunandar, dan Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik. Namun, beberapa direksi seperti Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna, Direktur Pengawasan Kristian Manullang, dan Direktur Keuangan Risa Effennita Rustam tidak dapat mencalonkan diri lagi karena telah menjabat selama dua periode.
—






