Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2025 Melambat, Diprediksi Hanya 4,8%

Pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di kuartal II 2025 diprediksi melambat dan hanya mencapai 4,8% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg hingga Senin (4/8/2025) pagi, menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi melambat dari pencapaian kuartal I 2025 yang sebesar 4,87%.

Sedangkan secara kuartalan atau quartal-to-quartal (qtq), PDB Indonesia pada kuartal kedua tahun ini diperkirakan tumbuh 3,68% setelah pada kuartal sebelumnya terkontraksi sebesar 0,98%.

Jika prediksi konsensus tersebut terbukti, maka PDB Indonesia yang sebesar 4,8% pada kuartal II 2025 (yoy) merupakan yang terendah dalam 5 tahun terakhir.

Berdasarkan catatan BRIEF.ID, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang menunjukkan tren penurunan dalam 4 tahun terakhir, namun tetap berada di kisaran 5%.

Pada kuartal II 2021 saat pandemi Covid-19 masih melanda dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 7,07%. Pada kuartal II 22022, PDB Indonesia tercatat sebesar 5,44%.

Kemudian pada kuartal II 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,17%, dan pada periode sama tahun 2024 PDB Indonesia sebesar 5,02%.

Perlambatan ekonomi Indonesia terutama dipengaruhi belanja rumah tangga atau konsumsi masyarakat yang melemah, dan meningkatnya angka pengangguran seiring gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Pekan ini, Bank Indonesia juga akan merilis laporan terbaru Survei Konsumen yang akan memberikan gambaran kondisi konsumen di Indonesia, termasuk persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan animo belanja durable goods, juga perkembangan konsumsi serta rasio utang berikut rasio tabungan masyarakat.

  • Related Posts

    Indonesia Mulai Impor Minyak dari Amerika Serikat

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa impor minyak mentah dari Amerika Serikat sudah dimulai. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengalihkan pasokan minyak yang sebelumnya…

    Harga BBM Subsidi Stabil Meski Harga Minyak Dunia Naik Drastis

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak dunia melonjak akibat eskalasi…